EW-LMND LAMPUNG; SLENGGARAKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA KADER
Bandar Lampung, 05 Februari 2015
Funky Rulita Sari




Pendidikan dan Pelatihan merupakan salah satu usaha organisasi dalam mengembangkan sumber daya manusianya (SDM) untuk meningkatkan produktivitas sehingga organisasi dapat berkembang dan mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Pendidikan merupakan hak bagi anggota. Dan pendidikan wajib diberikan demi memahami cita-cita, tujuan dan kegiatan organisasi.
Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Lampung (EW-LMND Lampung) sebagai organisasi yang progresif revolusioner memenuhi kewajibannya melaui pendiidikan  dan pelatihan bagi para kadernya.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut sejak selasa lalu (03/02/2015). Pendidikan dan pelatihan yang bertempat di sekretariat bersama dari FSBKU-KSN, SPRI, dan LMND Jl.Jenderal Ryacudu,Way dadi, Sukarame, Bandar Lampung.
“Sebagai organisasi mahasiswa yang progresif revolusioner, EW LMND lampung mengagendakan pendidikan dasar organisasi (A1) bagi seluruh kader. Targetnya yaitu kader dapat memahami sepenuhnya tentang pergerakan organisasi. Untuk itu kami membentuk kelompok belajar yang terdiri dari 8 samapai dengan 15 orang. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas pemahaman materi yang didiskusikan.” Ungkap Reynaldo Sitanggang selaku Sekretaris Wilayah LMND Lampung.
Menurut pantauan kontributor LMND lampung materi dasar organisasi (A1) yang didiskusikan antara lain Problematika Masyarakat Indonesia (PMI), Pengantar Filsafatdan Ekonomi Politik, dan Materialis, Dialektika dan Histori. Metode pendiskusiannya adalah dengan cara menganalisis langsung keadaan obyektif di daerah maupun nasional dengan materi yang dibahas. Sedangkan pemateri diskusi pada kali ini adalah Bung Hengki F. Matan yang merupakan DPK Eksekutif Nasional LMND.
Kristina Tia Ayu, salah satu kader LMND Lampung mengatakan “Diskusi dan pendidikan kali ini bener-benar menarik!” serunya antusias. “Tidak seperti biasanya, kami hanya mendengarkan pemateri dan membaca hand out materi. Tapi kami dibiarkan mengeksplor pikiran dengan marei dan keadaan yang ada di daerah dan nasional. Sehingga tingkat pemahaman kami pada materi pun lebih baik”. Jelasnya di sela-sela istirahat pendidikan.
Selain materi dasar organisasi, pendidikan kali ini dilengkapi dengan pelatihan manajerial kegiatan. Yang diawali dengan dibentuknya penanggung jawab (koordinator) pada tiap-tiap kelas. Agar melatih jiwa kepemimpinan dari kader dan sebagai sarana belajar memanage suatu kegiatan.
“Dalam pendidikan ini kami merasakan perbedaan yang cukup besar dikarnakan pendiskusian dipimpin oleh peserta sendiri. Sedangkan pemateri dan pengurus  hanya sekadar mengarahkan dan mengawasi. Selain itu kami dituntut mengnalisa permasalan dan menemukan solusinya sendiri, bukan diberi jawaban. Dan ini benar-benar menguji mental ketika saya harus mengkoordinir teman-teman untuk suatu kegiatan. Namun ini juga sangat membantu saya dalam belajar baik dari pengetahuan organisasi maupun managerial kegiatan”. Tegas koordinator kelas, Rendy Indriawan.
Kader yang mengikuti pendidikan juga diberikan refleksi berupa aksi massa. Aksi massa yang diagendakan pada Jumat,06/02/2015 mengangkat isu-isu daerah dan nasiolal terkini.
“Aksi massa kali ini sebagai refleksi setelah melaksanakan pendidikan tiga hari berturut-turut untuk memecah kejenuhan kawan-kawan. Selain itu sebagai sarana penguji tentang pemahaman materi pendiskusian yang telah diterima. Perangkat aksi nya pun terdiri dari peserta pendidikan, kami selaku pengurus hanya mengarahkan kawan-kawan saja”. Tutur sekwil LMND Lampung saat setting aksi di sekber.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara