AKSI MASSA
EK-LMND BANDAR LAMPUNG ; REFLEKSI SETELAH
PENDIDIKAN, GELAR AKSI MASSA MENUNTUT TRANSPARANSI PENGGUNAAN APBD PROV.LAMPUNG
Funky Rulita Sari
Rega Ifantri,kader eksekutif komisariat LMND UBL saat berorasi di depan massa aksi
Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk
Demokrasi Bandar Lampung (LMND) kembali turun ke jalan untuk menyuarakan
tuntutan dan respon akan situasi di provinsi lampung. Aksi massa yang menuntut
audit dan transparansi penggunaan dana APBD provinsi lampung ini digelar di Jl.
Zainal Abidin Pagar Alam No.1 Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung sore ini
(06/02,2015).
“kami dari eksekutif kota LMND Bandar Lampung
menggelar aksi massa pada sore ini sebagai bentuk kegiatan refleksi setelah
mengikuti pendidikan dasar organisasi A1 pada selasa lalu. Kami merespon
tentang situasi daerah yang terjadi saat ini dengan analisis materi yang telah
di pelajari pada saat pendidikan. Kami sebagai mahasiswa yang tergabung dalam
Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung,
sepakat untuk menolak semua program pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat.
Kami juga menolak Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang di terapkan di Perguruan
Tinggi”. Tegas Adi Wijaya, PJs Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung.
Aksi massa diawali dengan menyayikan lagu
Indonesia Raya dengan khidmat. Aksi massa kali ini menyoroti tentang
transparansi penggunaan dana APBD Provinsi Lampung. Dipimpin oleh korlap Rendy
Indriawan,massa aksi menyuarakan tuntutan demi tuntutan di suarakan oleh para
orator. Diantara hiruk pikuk kota Bandar Lampung tuntutan demi tuntutan di
suarakan. Mengenai semua problematika yang ada di provinsi lampung dan kota
Bandar Lampung khususnya. Para mahasiswa mengkritisi sederet kasus penolakan
pasien di rumah sakit berplat merah yang mengakibatkan kematian, Uang Kuliah
Tunggal,serta menuntut pemerintah untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas
dan tanpa syarat untuk rakyat.
“Kami mahsiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa
Nasional Untuk Demokrasi telah menganalisis situasi daerah dan kami sepakat
untuk melakukan aksi massa untuk menyarakan aspirasi kami”. Tutur Korlap. “isu
yang kami angkat yaitu AUDIT SERTA
TRANSPARANSI PENGGUNAAN DANA APBD UNTUK
KESEHATAN, PENDIDIKAN GRATIS YANG BERKUALITAS DAN DEMOKRATIS. Kami juga
mendesak pemerintah untuk segera membuka lapangan pekerjaan, menolak secara
tegas UKT dan Kapitalisasi pendidikan. Kami ingin menyadarkan semua masyarakat
tentang pembodohan-pembodohan oleh kebijakan pemerintah pusat, yang merugikan
bangsanya sendiri”. Jelasnya.
Dana APBD yang harusnya dapat mensejahterakan
rakyat dengan pemenuhan fasilitas dan pelayanan publik rakyat lampung. Namun sampai
hari ini kita masih dihadang dengan segudang masalah pelayanan di bidang
kesehatan kesehatan dan pendidikan. Program BPJS yang harusnya dapat menjamin
kemudahan dalam mengakses kesehatan tidak bernilai lagi, masih saja pasien di
terlantarkan dengan alasan tidak memenuhi berkas persyaratan pasien pengguna
BPJS.
“Kami menolak BPJS yang merupakan program
pembodohan bagi rakkyat. Kami telah membayar iuran BPJS sesuai ketentuan tapi
ketika kami membutuhkan pelayanan masih saja disulitkan dengan b.irokrasi yang
berbelit”.teriak sang orator. “Kami menuntut penyediaan layanan pendidikan yang
berkualitas dan gratis sebagaimana yang telah diamanatkan dalam pembukaan UUD
1945. Juga tentang transparansi pemprov dalam penggunaan APBD, untuk apasajakah
dana APBD tersebut digunakan, sehingga kami masih berada di tingkat
kesejahteraan yang rendah”. Seru Joly Jeremi saat berorasi.
Menurut pantauan kontributor suara oelopor
Lampung, massa yang sebelumya telah melakukan pendiskusian situasi nasional dan
daerah selama tiga hari tersebut telah mengupas tuntas segala problematika
masyarakat. Mengenai hirarki kebutuhan, manusia memiliki lima kebutuhan dasar.
Dari kelima kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat satu yang terdiri dari
sandang,pangan,papan,pendidikan dan jaminan kesehatan menjadi kebutuhan yang
absolut untuk dipeuhi oleh setiap manusia. Oleh karena itu, pemerintah sebagai
penyelenggara negara wajib memenuhi kebutuhan yang bersifat universal bago
rakyatnya dengan membuka lapangan pekerjaan agar angkatan kerja dapat terserap
maksimal demi memenuhi kebutuhan fisiologisnya, penyelenggaraan pendidikan
gratis yang berkualitas serta pelayanan kesehatan yang memadai untuk semua
lapisan masyarakat.
Aksi massa yang dilalukan selama kurang lebih satu
jam dengan estimasi massa 25 orang diakhiri dengan menyerukan sumpah mahasiswa
indonesia yang dipimpin oleh korlap. “Sumpah mahsiswa Indonesia, Kami mahasiswa
Indonesia bersumpah, bertanah air satu tanah air tanpa penindasan. Kami
mahasiswa indonesia bersumpah bebangsa satu, bangsa yang gandrung akan
keadilan. Kami mahsiswa Indonesia bersumpah berbahasa satu, bahasa tanpa
kebohongan..”.

Komentar
Posting Komentar