EK LMND BANDAR LAMPUNG ; LAUNCHING KEPENGURUSAN DAN PROGRAM KERJA, GELAR AKSI MASSA DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDAR LAMPUNG
Amanah
Putri
![]() |
| Massa aksi di depan gerbang Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung (Korlap;Adi Wijaya) |
Menyikapi
hasil Konferkot Ke-XI LMND Bandar Lampung yang di gelar pada 7-8 Maret 2015
lalu, EK LMND Bandar Lampung Menggelar aksi massa di depan kantor Dinas
Pendidikan Kota Bandar Lampung, Jl. Amir Hamzah, Gotong royong, Tanjung Karang
Pusat, Bandar Lampung.(Jumat,13-05-2015)
Aksi
yang diikuti oleh 50 orang kader EK LMND Bandar Lampung, baik E.kom Universitas
Bandar Lampung maupun IAIN Raden Intan Lampung ini merespon beberapa situasi
daerah terkini seperti yang telah di bahas pada agenda konferkot ke-XI. Salah
satu yang disoroti adalah isu klasik yaitu tentang pendidikan gratis yang
berkualitas dan demokratis.
Pendidikan
yang dalam penyelenggaraannya masih belum maksimal menimbulkan banyak fenomena
yang cukup memprihatinkan. Padahal sesuai yang telah diamanatkan oleh UU No.20/2003 Pasal 49 ayat 1,
bahwa 20% dari dana APBD adalah untuk pendidikan. Namun pada kenyataannya masih
banyak ditemui fasilitas pendidikan yang belum memadai.
Adi
Wijaya mengatakan “ Dunia Pendidikan di negara kita ini masih jauh dari kata
layak. Menurut beberapa sumber,APBD Kota Bandar lampung untuk pendidikan saja
dialokasikan sekitar 819 Milyar. Namun seperti yang kita lihat sekarang, masih
banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk penyelenggaraan
kegiatan belajar mengajar”.
Selain
itu dengan adanya alokasi dana yang sedemikian banyak, semestinya tidak ada
lagi pungli di lingkungan pendidikan. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu
di IAIN Raden Intan Lampung yaitu adanya isu pungli pembangunan Masjid
Safinatul Ulum yang mengatasnamakan infaq, sedekah dan sumbangan dan adanya
praktek subsidi silang atau lebih di kenal dengan Uang Kuliah Tunggal.
“Kami
mahasiswa yang tergabung dalam EK LMND Bandar Lampung, turun ke jalan dalam
rangka mempublikasi kepengurusan periode 2015-2016 serta merespon tentang
isu-isu terhangat di kota Bandar Lampung khususnya di dunia pendidikan...”
teriak M Arira Fitara saat berorasi.
Dalam
orasinya M Arira Fitra menyuarakan tentang semua keganjilan penyelenggaraan
pendidikan di kota tapis berseri. Seperti pungli atau yang lebih ekstrim yaitu
adanya represivitas birokrasi dari pihak penyelenggara dalam hal ini pegawai rektorat
IAIN Raden Intan Lampung. hal yang seperti ini lah penghambat utama
penyelenggaraan pendidikan.
Untuk
itu EK LMNDBandar Lampung mengambil sikap yaitu mengajak semua lapisan
masyarakat untuk sadar akan hal yang terjadi di sekelilingnya dan menuntut apa
yang menjadi hak kita semua. Sikap tersebut adalah :
1. Tolak UKT dan pungutan liar
dalam dunia pendidikan
2. Perbaiki dan awasi
pembangunan insfrastruktur pendidikan di Bandar Lampung
3. Tingkatkan pelayanan publik
dengan pengawasan yang melibatkan masyarakat Bandar Lampung
4. Bangun Balai Latihan Kerja
(BLK) dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan SDM yang terampil dan produktif
5. Tolak segala bentuk kekerasan
dalam dunia pendidikan.(FRS)

Komentar
Posting Komentar