AKSI MASSA
EW LMND LAMPUNG ; TURUN KEMBALI KE JALAN, GELAR AKSI KONSOLIDASI, TOLAK KENAIKAN HARGA BBM!!!
Funky
Rulita Sari
![]() |
| Foto: Funky R.S |
Suara Pelopor Lampung_Pascarapat
pleno wilayah LMND Lampung, EW LMND Lampung menggelar aksi konsolidasi merespon
kembali tentang kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. aksi secara kewilayahan
yang mengangkat tema “Jokowi-Jk Antek Neolib, Sudah Saatnya Nasionalisasi
Sektor Migas yang Dikuasai Asing” ini digelar pada Senin sore di depan Kampus
Universitas Bandar Lampung(UBL).(6/4/2015).
Masa
aksi dari E-Kom UBL berkumpul di titik aksi (Depan Kampus UBL) menyambut pawai
E-Kom LMND IAIN Raden Intan Lampung yang berangkat beriringan dari Sekretariat
Bersama. Sebelum memulai aksi, massa aksi dengan khidmat menyayikan lagu
kebangsaan, Indonesia Raya.
Aksi
kali ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Wilayah LMND Lampung, Reynaldo
Sitanggang. Menurut Korlap aksi ini merupakan respon atas segala kebijakan
pemerintah yang bertolak belakang dari konstitusi negara, UUD 1945. Selain itu
selama 6 bulan pemerintahan Presiden Jokowi-JK belum terlihat dimanakah program
“Nawacita” yang digembor-gemborkan saat kampanye pilpres.
“Aksi
ini sebagai bentuk kontrol sosial kami sebagai mahasiswa dan generasi muda
(Fungsi : Agent Of Change & Agent Of Control) serta sebagai alarm bagi
pemerintah atas kebijakan-kebijakan yang bertolak belakang dengan UUD 1945”.
Paparnya saat ditemui disela-sela aksi masa.
Menurut
pantauan kontributor Suara Pelopor Lampung, masa aksi juga mengkritisi kenaikan
harga BBM sebagai bentuk pelepasan tanggung jawab pemerintah terhadap
kesejahteraan rakyatnya. Dengan menyerahkan harga BBM negara ini kepada
mekanisme pasar, ini berarti bahwa pemerintah tidak jeli dalam melihat
kontroversi dari segi ekonomi. Harga minyak dunia yang tidak stabil, akan
berakibat lebih serius ke bawah dan mempengaruhi sektor
pendidikan,perekonomian, transportasi umum yang samapi saat ini belum diimbangi
dengan peningkatan pendapatan demi memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
EK
LMND Bandar Lampung dalam orasinya menegaskan bahwa hari ini kita masih
terjajah. “Kemerdekaan rakyat Indonesia hanyalah retorika semata, sampai saat
ini kita masih saja diikat, dikekang dan di taklukan oleh sistem kapitalis.
Negara kita yang katanya negara demokrasi yang berdasarkan pancasila, tapi
kenyataannya menjadi alat neoliberalisme dari elit-elit politik”. Teriak Adi
Wijaya (Ketua Kota LMND Bandar Lampung).
Aksi
yang berlansung selama kuran lebih satu jam ini, dikawal ketat oleh ratusan
aparat kepolisian dan polwan dari Polresta Bandar Lampung dan Polsek Kedaton.
Ditengah hiruk pikuk lalu lintas kota Lampung, Kristina Tia Ayu selaku
Sekretaris Komisariat UBL menegaskan bahwa “Kami para perempuan yang masih
melawan segala bentuk penindasan, pembodohan, dan pengkhianatan akan terus
berada di garis terdepan massa aksi ini!”.
Tidak
berhenti sampai disitu, massa aksi terbakar kembali semangatnya saat Multina
(Ekom IAIN) yang membacakan puisi tentang jeritan rakyat atas kejamnya sistem
di akhir aksi. Masa aksi berjanji akan terus turun ke jalan sampai pemerintah
sadar akan semua problematika masyarakatnya, akibat dari kebijakan-kebijakan
mereka.

Komentar
Posting Komentar