DISKUSI
EW-LMND LAMPUNG ; MEMBANGUN FRONT, MENGGELAR DISKUSI MERESPON MAY DAY 2015
Funky Rulita Sari
Beberapa event nasional maupun internasional banyak
diperingati pada bulan Mei. Pada tanggal 1 Mei yang merupakan awal dari suatu
tanggal, diperingati sebagai hari buruh seluruh dunia.
Aliansi ; Pusat Perjuangan Rakyat lampung yang digawangi
oleh berbagai organisasi pekerja dan mahasiswa seperti FSBKU-KSN, SMI, LMND
LAMPUNG, LBH BANDAR LAMPUNG, PBHI BANDAR LAMPUNG, SPI, SBSI 1992, KABAMAWAYKA,
AGRA, FMN, PPI, SPRI, SHI, PRODEM, dan DRL merespon May Day dengan
menyelenggarakan diskusi terkait situasi nasional dan daerah, di Jl. Jenderal
Ryacudu, Waydadi, Sukarame, Bandar Lampung.(18/04/2015)
Buruh yang merupakan mayoritas profesi di dunia namun
belum bisa mencerminkan kesejahteraan mayoritas dunia. Hal yang sangat miris
ketika para pengusaha/pemodal semakin kaya atas laba perusahaan namun buruh
yang secara nyata bersentuhan langsung dengan kegiatan usaha tidak terpenuhi
kebutuhan hidup layaknya.
Selain kebutuhan fisiknya buruh yang merupakan bagian
dari tatanan sosial/masyarakat mulai membentuk organisasi demi menampung segala
aspirasinya. Karena buruh juga berperan sebagai rakyat yang memiliki kesempatan
sama dalam hal politik, hukum dan pemerintahan. Sehingga buruh tidak hanya
harus turun ke jalan namun harus juga memliliki tempat/andil di parlemen.
Menurut Reynaldo Sitanggang (SEKWIL LMND LAmPUNG) hal
tersebut untuk mengontrol kebijakan pemerintah tentang ketenagakerjaan agar
dapat mensejahterakaan para buruh/ pekerja. Karena sampai saat ini buruh adalah
tingkatan pekerja terendah di suatu badan usaha.
“Penghapusan sistem-sistem yang mempersulit para pekarja
seperti sistem outsourching, union busting, dan politik upah murah menjadi
sorotan utama dari peringatan mayday setiap tahunnya”. Papar Y Joko Purwanto,
Ketua FSBKU-KSN Lampung.
Aliansi Pejuangan Rakyat Lampung melanjutkan diskusi
dengan mengagendakan aksi massa guna memperingati May Day, Jumat mendatang.
Teknik lapangan yang digelar pada hari minggu (26/04/2015) merumuskan tema
“RAKYAT BERSATU, BANGKIT MELAWAN HANCURKAN OLIGARKI DAN REZIM NEOLIB BANGUN
EKONOMI KERAKYATAN".

Komentar
Posting Komentar