AKSI MASSA



EK LMND Lampung Selatan ;Serentak Gelar Unjuk Rasa Penolakan Kenaikan  Harga  BBM

Tika Windar Ningsih
EK LMND Lampung Selatan lakukan aksi unjuk rasa penolakan Kenaikan  harga  BBM di Tugu Adipura Kalianda


Suara Pelopor, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Lampung Selatan,  kembali turun kejalan melakukan unjuk rasa menyuarakan penolakan Kenaikan Harga BBM di Tugu Adipura Kalianda Kabupaten Lampung Selatan,aksi tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa yang berlangsung selama satu jam. Kamis, 02 april 2015.

Aksi tersebut dilakukan serentak se- provinsi Lampung yang di promotori oleh mahasiswa yang  tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) terkait kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM.

Abdurahman selaku Ketua sekaligus kordinator lapangan ( Korlap)  menyampaikan, pemerintah terlalu terburu buru untuk memutuskan dan menentukan kebiijakan tanpa mempertimbangkan dampak yang terjadi atas kebijakan tersebut. “Begitu banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro dengan rakyat, yaitu kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM”,ungkap Bung Rahman dalam orasinya.

“Kenaikan harga BBM salah satu faktor pemicu Inflasi di Indonesia, kenaikan harga BBM tersebut sudah bisa dipastikan akan berimbas terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, tarif angkutan umum,”. imbuh Bung Rahman

Dedi salah satu kader EK-LMND Lam-sel menambahkan, Kenaikan-kenaikan tersebut tidak berimbang pada perekonomian masyarakat kelas bawah dewasa saat ini, dimana kebutuhan hidup layak (KHL) yang seharusnya disesuaikan terhadap gaji buruh, tidak berimbang begitu pun petani  dimana  harga  pupuk, bibit, pestisida, tidak sesuai dengan harga jual hasil produksi petani tersebut. ” Pemerintah tidak mampu membuat kebijakan untuk menetapkan harga-harga hasil produksi petani, sehingga  para  tengkulak  membuat aturan sendiri untuk menaikakan dan menurunkan harga – harga produksi petani,” tambah bung Dedi

“Problematika masyarakat Indonesia  saat ini adalah masyarakat kelas bawah jauh dari kesejahteraan. Mungkin hanya mimpi bagi masyarakat untuk sejahtera  dan  semua hanyalah Retorika belaka tidak sesuai dengan realitanya. Negara ini sangat kaya tapi sayangnya kekayaan itu bukan lagi milik penguninya, mungkin rakyat sudah terlalu lama bermimpi. Sudah saaatnya untuk Revolusi, hingga harga mati.”ungkas Bung Dedi.(FRS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara