Tanah kita, dari kita, untuk mereka
Oleh : Rega Ifantri
Foto:Funky RS

“Tidak ada kemerdekaan tanpa perjuangan, perjuangan terdapat pada suatu proses, dan proses menjanjikan sebuah hasil. Hasil tidak akan menghianati proses”
Negara merdeka atas jerih payah para pahlawan penuh dengan pengorbanan,baik pengorbanan penuh keringat,penuh darah ,pengorbanan waktu , pengorbanan keluarga, dan bahkan sampai mengorbankan nyawanya. Ternyata benar memang tidak ada yang sia-sia dari apa yang diperjuangkan.
Lalu? berfikirlah anda sejenak! Apa yang sudah anda perjuangkan untuk tanah ini???
Apa ketika sudah merdeka anda memperluas perekonomian negara sampai keluar negeri?
Apa ketika sudah merdeka anda membuka peluang pekerjaan sampai rakyat indonesia terhampar diluar negeri dan disiksa dsana?
Apa ketika sudah merdeka, sangking baiknya anda sampai mendatangkan pihak asing untuk membuka lahan produksi disini?
Apa ketika sudah merdeka , sangat amat baik anda mengizinkan kaum pemodal meraup sember daya alam kita? 
Lalu apa lagi yang akan anda berikan untuk dikeruk dari tanah air ini , Ketika semua kekayaan alam ini sudah anda berikan dan dibawa mereka kaum-kaum pemodal asing  yang seharusnya sumber daya alam tanah air kita ini bisa menghidupi, memberikan , dan memfasilitasi rakyat indonesia untuk kesejahteraan rakyat,Tak sekalipun terlintas difikiran anda ketika rakyat menjerit menahan lapar ,seorang  bapak tidak mampu membiayai pengobatan keluarganya ketika sakit hingga meninggal,  para orangtua tidak sanggup membayar uang sekolah sehingga anak-anak tak bisa memakan bangku sekolah , kriminalitas terjadi dimana-mana karna himpitan ekonomi  yang semakin hari semakin mencekam rakyat.
 Seharusnya anda bisa memikirkan mereka sedikit saja anda pikirkan mereka karna anda adalah rakyat yang sama seperti mereka dan anda dinaikkan bderajatnya oleh rakyat anda untuk memegang amanat mereka untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat anda , tak perlu anda  sibuk dengan membantu negara lain coba anda pikirkan dahulu negara anda yang mayoritasnya masih menengah kebawah mereka selalu menderita ketika kalian menerapkan sistem yang tidak pro terhadap mereka melainkan hanya berpihak kepada mereka kaum-kaum kapitalis baik lokal maupun internasional , dimana kesejahteraan yang tercantum di dalam pembukaan uud 1945 bahwa kesejahteraan rakyat adlah salah satu tujuan negara ini?
Jika kita bandingkan dengan perjuangan anda saat ini dengan para pahlawan kita semua yang sudah berjuang demi kemerdekaan ini , siapa pun dapat menganalisanya bahwa sangat berbanding terbalik para pahlawan berjuang demi kemerdekaan demi kesejahteraan seluruh rakyat dan menghapus penindasan manusia antar manusia tapii perjuangan anda hanya untuk memerdekakan diri anda dan keluarga anda untuk kesejahteraan para-para pemodal itu saja dan anda selalu menerapkan sistem yang menindas rakyat , apa anda tidak mengenal mereka para pahlawan yang berkorban demi rakyat tanah ini anda pun termasuk didalamnya karna anda juga adalah RAKYAT sama seperti yang lainnya?
Anda lupa kan guru besar kita Tjokroaminoto yang mengajarkan kita untuk sebuah revolusi , Ki Hajar Dewantara seorang yang memikirkan pendidikan di tanah air ini , ra kartini wanita yang mengajarkan suatu emansipasi wanita agar wanita tidak ada perbedaan dalam hak-hak nya dengan pria dan bapak lupakan bapak revolusi kita ir soekarno yang membuat tanah ini dalam masa penjajahan menjadi masa kemerdekaan , lalu pahlawan lainnya yang tak akan kulupakan jasa-jasa mereka,  apakah anda lupakan perjuangan mereka yang sudah terlebih dulu meninggalkan tanah air ini buat sebuah kemerdekaan dan membuatku,mereka dan anda-anda semua untuk hidup tentram, damai dalam tanah ini agar kkita semua rakyat negara ini merasakan suatu kesejahteraan dan tak ada lagi penindasan manusia antar manusia dan bangsa antar bangsa.
Sedikit kita merenungkan diri kita apa yang sudah kita perjuangkan untuk menjaga kemerdekaan tanah ini dan untuk mengingat para pahlawan kita yang jasa-jasa nya itu sangat besar dampak nya pada tanah ini , sadar lah setiap manusia itu selalu mempunyai kepentingan tapi sadarlah pula seharusnya manusia itu untuk mencapai tujuannya pun tak seharusnya merugikan orang lain , tapi anda selalu untuk mencapai kepentingan anda dengan cara menindas rakyat anda bahkan hak rakyat-rakyat pun anda rampas untuk kepentingan anda sendiri , ternyata anda yang saat ini berada diatas dengan memegang amanat kami semua sebagai rakyat tanah air ini pun menindas kami dan merampas hak-hak kami , ternyata janji-janji kampanye anda hanya sebuah omong kosong hanya sebuah iming-iming yang anda bicarakan tanpa ada dasarnya untuk mencapai suatu janji anda dan anda pun tak memikirkan cara untuk mencapai janji anda saat berkampanye yang rakyat anda pegang teguh dan akhirnya anda dapat berada diposisi anda yang saat ini.
Memang saat ini tanah air ini tidak dalam saat dulu  jepang,inggris dan belanda berada untuk menindas dan menjajah tanah air ini tetapi bukan berarti tanah air ini tidak dalam masa penjajahan sekarang pun anda sudah menerapkan penjajahan gaya baru dengan membuat pendidikan mahal dan akhirnya   rakyat tidak dapat mengenyam pendidikan yang layak dan demokratis padahal pendidikan itu salah satu wadah untuk membuat suatu negara menjadi lebih maju lagi tapi anda sengaja membuat rakyat bodoh dan akhirnya rakyat dipekerjakan menjadi pekerja murah dan diperlakukan semena-mena kalian membuat rakyat ini menjadi bodoh agar rakyat tidak tau niat dan tujuan busuk kalian untuk merampas hak-hak rakyat dan akhirnya kembali menindas rakyat.
Anda dan para pahlawan-pahlawan tidak akan pernah sebanding karna anda jauh tidak akan pernah mendekati mereka pahlawan karna anda tidak pernah memikirkan dan mementingkat rakayt ini, yang sejatinya rakyat akan selalu mengiat apa yang sudah diperjuangkan untuk mereka rakyat tapi kalian tidak sama sekali.(FRS)
Hidup rakyat!!!!!                              
Salam pembebasan!!!!
Sukseskan Kongres LMND Ke VII!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara