OPINI
SEONGGOK DAGING PENJAMAH NEGERI
Oleh
: Amanah Putri (Supel EK LMND Bandar Lampung)
| Foto:Funky RS |
|
P
|
ikiran apa yang akan muncul ketika kalian
mendengar kata “Seonggok daging penjamah negeri?”. Silah kan kalian analisa
sendiri maksud dari kata seonggok daging penjamah negeri tersebut. Bukan kah
setiap kepala berbeda isi nya? Itu arti nya setiap makhluk Tuhan di ciptakan
dalam imajinasi atau pola pikir yang beraneka ragam bukan?.
Terpikir oleh saya kata seonggok daging penjamah
negeri karena keadaan di sekitar saya yang mengamini ada nya makhluk Tuhan
tersebut. Makhluk Tuhan yang paling hina menurut saya. Makhluk Tuhan yang amat
bengis bagi saya. Dan makhluk Tuhan yang paling memuakkan untuk di hormati.
Mereka bukan Tuhan yang harus kita patuhi segala
perintah-Nya, dan mereka bukan malaikat yang harus kita yakini keberadaan nya.
Mereka tak lebih baik dari seonggok daging yang memiliki kekuasaan dan harta
yang berlimpah ruah.Lalu apa beda nya kita dengan mereka?
Kita adalah makhluk Tuhan yang tidak hanya punya
nama, namun juga tekad,dan kerja keras untuk mempertahankan hidup. Sedangkan
mereka adalah seonggok daging yang berkuasa. Mengangkat dagu setinggi-tinggi
nya dan menyuarakan kemerdekaan selantang-lantang nya. Tapi mereka masih buta!
Buta sebuta-buta nya buta. Mengapa saya sebut
buta? Karena mereka tidak mengerti apa arti kemerdekaan sejati. Mereka
menggemakan kata merdeka tanpa paham arti merdeka yang sesungguh nya. Bukan kah
merdeka arti nya bebas? Berdiri sendiri? Tidak terikat atau tidak bergantung
kepada orang atau pihak tertentu?. Lalu apa negeri ini sudah bebas? Apakah
negeri ini sudah mampu berdiri sendiri? Apakah negeri ini tidak bergantung
kepada orang atau pihak tertentu?. Jawaban nya adalah TIDAK!!
Negeri ini belum merdeka seutuh nya! Negeri ini
masih belum mampu bebas dari sistem kapitalisme, negeri ini belum mampu berdiri
sendiri serta negeri ini masih terus dan terus bergantung pada orang atau pihak
tertentu yaitu kaum pemodal. Negeri ini masih menjadi buntut meski kita sudah
memiliki kepala negara yang katanya akan mensejahterakan masyarakat nya. Negeri
ini masih menjadi budak! Negeri ini masih menjai kacung bagi kaum pemodal yang
berkuasa. Negeri ini masih mampu di setir oleh negara adi kuasa yang memiliki
modal besar dalam persaingan.
Lalu apa peran makhluk seonggok daging penjamah
negeri tersebut? Mari kita uraikan. Mereka dengan sangat jelas memiliki kepentingan
khusus yaitu memperkaya diri serta keluarga mereka. Mereka yang di berkahi
kelebihan sebagai pemimpin negeri malah menjadikan kedudukan mereka sebagai
wadah mengais rezeki sebanyak mungkin. Mereka yang mendapatkan keuntungan dari
menyalahgunakan kewenangan mereka akan menyusun rancangan peraturan baru atau
undang-undang yang melegalkan praktek picik mereka. Alhasil, karena mereka lah
penguasa negeri, maka mereka juga lah yang akan mengamini peraturan atau
undang-undang tersebut. Sedangkan masyarakat awam yang tidak memiliki banyak
waktu untuk menganalisa kelicikan mereka pun hanya bisa diam. Bukan enggan
untuk berkicau, melainkan masih terlalu di sibukkan dengan milyaran usaha demi
mengisi perut.
Tak hanya itu, mereka juga akan mengiyakan semua
kontrak asing yang
hanya akan menghancurkan negeri secara perlahan. Membiarkan
tambang-tambang luar negeri menjamur di Indonesia. Mengambil keuntungan dari
perjanjian yang mereka buat secara diam-diam dengan Tuan nya.
Mengekspor bahan mentah dengan sangat murah, dan
mengimpor bahan jadi dengan nilai ratusan kali lipat. Bukan negeri ini tak
mampu mengelola bahan mentah menjadi bahan jadi atau siap pakai. Tapi engkau
(seonggok daging penjamah negeri) lah yang memang sengaja tidak mendukung kami
untuk mengelola sumber daya kami sendiri. Bukan kah engkau akan kewalahan nantinya
jika produk kami mampu bersaing dengan produk Tuan mu? Bukan kah engkau akan di
repot kan dengan celotehan Tuan mu karena kami mampu berproduksi sendiri?. Lalu
untuk menghilangkan kemungkinan berproduksi sendiri, engkau menjual tenaga kami
dengan nilai yang amat rendah. Memaksa kami bekerja di atas batas normal.
Berkoar-koar soal pembangunan, namun dana yang di
anggarkan untuk pembangunan yang kau gaungkan tersebut kau pangkas jua.
Membanggakan sumber daya di Indonesia, tapi nyata nya kau biarkan orang lain
yang mengelola serta menikmati hasil nya. Memberikan bantuan sosial tanpa
memikirkan sila pancasila ke lima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Membangun sarana dan prasarana yang mewah di
dunia pendidikan namun kau menyelipkan doktrin-doktrin fatal yang menghalalkan
kapitalisme. Dan kau bagi kemewahan mu dengan mereka yang siap mengikuti mu
kemudian menjamah negeri ini semau dan sesuka hati mu. Sungguh miris melihat
tingkah polah mu.
Teruntuk makhluk Tuhan yang saya sebut seonggok
daging penjamah negeri. Berhentilah menjamah, kami sudah terlalu muak atas eksploitasi
besar-besaran yang kalian lakukan, mulai dari sumber daya alam, hingga sumber
daya manusia yang kalian pekerjakan dengan upah yang sangat rendah.
Berhentilan berkicau soal kemerdekaan, benahi
dulu diri mu, tanamkan pada mu nilai-nilai pancasila yang sudah di buat mati-matian
oleh pahlawan-pahlawan ku untuk negeri ini. Berjuanglah demi negeri mu bukan
nya menghamba pada pemilik modal yang akan memperkaya diru dan keluargamu.(FRS)
Salam Juang!!!
Sukseskan kongres LMND Ke VII
Komentar
Posting Komentar