AKSI MASA
EW-LMND
LAMPUNG ; PPRL, GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK FSPASI
Funky Rulita Sari
Bandar Lampung, 27 Juni 2015
Bandar Lampung, 27 Juni 2015
Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menggelar aksi solidaritas pada sabtu sore di tugu Adipura,Bandar Lampung.(27/06/2015)
Aksi solidaritas ini digelar untuk merespon adanya tindakan kekerasan oleh kelompok preman dan ormas yang dialami massa aksi FSPASI PT.Voksel Elektronik di Bogor pada 24 Juni lalu.
Melalui aksi ini organisasi yang tergabung dalam PPRL antara lain EW-LMND Lampung, FSBKU-KSN, DPW-SPRI Lampung, LBH Bandar Lampung, UKM-Futsal UBL, PMKRI Bandar Lampung dan Serikat Petani Lampung. mengecam tindakan kekerasan tersebut.
"...Kami dari PPRL mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok preman maupun ormas terhadap kawan-kawan buruh FSPASI..."tegas Reynaldo Sitanggang (korlap)
Selanjutnya Reynaldo juga menyampaikan bahwa tidak ada alasan bagi kelompok preman atau apapun untuk membubarkan paksa massa aksi. Terlebih kawan-kawan FSPASI telah mengantongi tanda terima surat pemberitahuan aksi, namun yang kita lihat aparat kepolisian yang seharusnya melindungi dan mengamankan aksi malah terkesan membiarkan kejadian tersebut.
Pembiaran yang dilakukan aparat kepolisian menunjukkan bahwa ada hal yang tidak beres dibalik kejadian tersebut. Aparat yang punya kewajiban dan wewenang pun sampai tak bergerak lalu apakah ini masih dapat disebut negara hukum? bahkan rakyat yang hanya ingin meyampaikan aspiradi dan menuntut hak dasarnya harus menerima respresifitas dari sekelompok preman yang sudah pasti melanggar HAM. "...kita semua sadar bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan salah satu pelanggaran HAM".ungkap perwakilan LBH Bandar Lampung.
Selanjutnya Joko Purwanto dari FSBKU-KSN menyampaikan bahwa premanisme masih belum hilang di negara kita, dengan berakhirnya orde baru ternyata tidak serta merta mengakhiri premanisme. Kita masih merasakan tindakan represif dari preman, ormas bahkan aparat kepolisian sendiri. Paparnya saat berorasi di depan massa aksi.
PPRL akan terus mengawal perkembangan kasus kekerasan yang dialami kawan-kawan buruh di Bogor. Untuk itu PPRL menyatakan sikap :
1. Mendukung perjuangan FSPASI PT. Voksel Elektronik untuk menuntut hak-hak buruh.
2. Mengecam tindak kekerasan hang dilakukanoleh sekelompok preman dan ormas terhadap aksi buruh FSPASI PT. Voksel Elektronik
3. Mengecam tindakan aoarat kepolisian yang melakukan pembiaran terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok preman dan ormas dalam menghadapi aksi buruh.
4. Bangun kekuatan politik alternatif untuk kesejahtetaan rakyat dan untuk melawan kebijakan neoliberal.
5. Mendukung sepenuhnya inisiatif pembangunan partai alternatif yg dilakukan oleh gerakan rakyat.
6. Bangun pesatuam dan solidaritas seluruh elemen rakyat untik mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan kesejahteraan sejati bagi rakyat Indonesia.

Komentar
Posting Komentar