AKSI MASSA



UKM FUTSAL UBL ; BERSAMA FORUM KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG (FKBM-UBL), TOLAK KEBIJAKAN KAMPUS YANG DIAMBIL SECARA SEPIHAK

Resma Liana
Bandar Lampung, 11 Juni 2015
Foto : Resma Liana

Seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Forum Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (FKBM-UBL) menggelar aksi di depan gedung E Kampus Universitas Bandar Lampung Kamis siang.(11/06/2015)

Mahasiswaa menuntut kejelasan atas kenaikan biaya remedial yang dinilai tidak rasional. Tingkat kenaikan lebih dari 200% yaitu dari Rp.75.000/sks menjadi Rp.300.000/sks sebagaimana yang tertuang dalam surat pemberitahuan remedial No.065/U/UBL/2015 yang ditandatangani oleh Wakil Rektor I UBL.

Aksi yang mengusung isu “STOP KAPITALISASI PENDIDIKAN, LIBATKAN MAHASISWA DALAM MENENETUKAN KEBIJAKAN” ini juga menuntut ketegasasan lembaga terhadap surat pemberitahuan yang telah beredar dan menimbulkan kebingungan bagi mahasiswa. Selain itu mahasiswa menuntut agar dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan kampus mahasiswa ikut dilibatkan.

“....kami dari FKBM-UBL menolak kenaikan biaya remedial yang diputuskan secara sepihak dan tidak rasional tersebut..” teriak korlap saat memimpin masa menuju titik aksi.

Tidak hanya mengkritisi kenaikan biaya remedial, perwakilan mahasiswa juga mengkritisi berbagai hal seperti, sarana dan prasarana pembelajaran, pelayanan, sampai dengan birokrasi kampus yang dinilai masih berbelit.

Aksi tersebut direspon oleh seluruh Petinggi Lembaga Kampus Universitas Bandar Lampung yang secrara lansung turun ke halaman gedung E. Diantaranya Rektor UBL, Wakil Rektor I dan II serta dosen dan staf administrasi kampus.

 Rektor UBL, Dr. Ir. M Yusuf Sulfarano Barusman M.B.A., secara langsung menyampaikan apresiasi dan menerima segala aspirasi yang akan disampaikan mahasiswanya. Mengenai surat pemberitahuan Rektor menegaskan bahwa ada kesalahan bidang administrasi dan tidak ada kenaikan biaya sama sekali.

 Beliau juga menyampaikan kesiapannya dalam mendengar segala keluhan, kritikan, dan saran untuk lembaga secara langsung melalui telepon seluler pribadinya jika aspirasi mahasiswa tidak didengarkan oleh pejabat kampus.

“..silahkan kawan-kawan simpan nomor handphone saya, saya siap menerima dan menjawab segala keluhan kawan-kawan secara langsung..” tegasnya kepada masa aksi.

Sementara itu UKM-Futsal UBL melalui M. Arira Fitra menyampaikan “...pihak lembaga harus meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran maupun UKM serta menyiapkan ruang demokrasi untuk mahasiwa dalam berdiskusi...”

Menurut pantauan Supel mahasiswa yang tergabung dalam FKBM-UBL akan terus mengawal segala kebijakan kampus demi terjaganya ruang demokrasi di kampus Universitas Bandar Lampung.(FRS)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara