DUNIA KAMPUS

E-KOM LMND UBL; WUJUDKAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI, BANGUN SANGGAR BELAJAR GRATIS

Bandar Lampung, 21 September 2015

Resma Liana



“Pendidikan merupakan kekuatan suatu bangsa , karena melalui pendidikan manusia dapat melakukan olah pikir sehingga dapat bertahan dalam masa yang akan terus maju dan berkembang...” kalimat itulah yang menjadi salah satu alasan E-KOM LMND UBL kembali membangun sanggar belajar gratis di kawasan Gedong Air,Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung yang diberi nama Sanggar Belajar Adz-Dzaki Centre 02.

“Banyak masyarakat kita saat ini yang sebenarnya ingin menempuh pendidikan, hanya saja keadaan Ekonomi mereka yang belum mampu untuk membiayai pendidikan tersebut. Oleh karena itu kami pada hari ini (20/09/2015) melakukan sosialisasi dengan membagikan brosur dan memberikan penjelasan  kepada masyarakat tentang adanya sanggar tersebut” jelas Kristina Tia Ayu, Sekretaris Komisariat LMND UBL.

Dalam hal ini E-KOM LMND UBL yang menggandeng UKM Futsal UBL dan masyarakat kelurahan setempat bersinergi demi mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan terjun langsung ke lingkungan masyarakat mahasiswa akan belajar bagaimana hidup bermasyarakat secara langsung dengan tidak mengkesampingkan teori-teori yang dipelajari di bangku kuliah.

“Demi menjalankan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 dan 2 tentang Pendidikan, kami mendorong penyelenggaraan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokrastis untuk seluruh rakyat Indonesia, untuk itu pembangunan sanggar belajar gratis yang sudah sampai pada tahap sosialisasi ini akan terus dikembangkan”. Papar M Arira Fitra (Ketua E-KOM LMND UBL) yang dihubungi via telepon minggu pagi.

Dalam sosialisasi yang dilakukan mahasiswa mendapat banyak curhatan masyarakat akan sistem pendidikan yang ada saat ini. Beragam keluhan yang di utarakan mulai dari kurikulum yang simpang siur sampai ketidakcocokan materi pengajar dan peserta didik. Seperti yang diutarakan oleh Bapak Atok saat tim sosialisasi menyambangi kediamannya.

“Saya selaku orang tua cukup dibuat kebingungan dek, karena bahan belajar yang dimiliki anak-anak berbeda dengan yang dipakai gurunya. Kadang jadi salah memeberikan pengertian dari pekerjaan rumah”. Tuturnya.

Hal tersebut membuktikan bahwa sistem pendidikan yang ditetapkan belum tepat dan tidak merata. Sekali lagi masyarakat yang dibuat bingung dan menjadi korban sistem yang ada di negeri ini. Untuk itu pengelola sanggar menjamin adanya fleksibilitas materi yang dipelajari adik-adik yang mengikui sanggar.

“Kami berusaha fleksibel dalam hal pemilihan bahan ajar, pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal sebagai ujung tombak dalam meng-update segala materi yang diajarkan di tiap tingkatan.(FRS)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara