FORUM DISKUSI
EW-LMND LAMPUNG ; PELOPORI FRONT
G-28S-ML, GELAR RAPAT KONSOLIDASI
Funky Rulita
Sari
Bandar Lampung,
11 September 2015
Suara Pelopor
Lampung, Rapat Konsolidasi yang membahas tentang Gerakan 28 September Mahasiswa
Lampung (G-28S-ML) yang menjadi gerakan melawan lupa tragedi UBL berdarah yang
menjadi slah satu pelanggaran HAM terberat yang pernah terjadi di kota Bandar Lampung
digelar pada Jumat malam di Sekretariat EW-LMND Lampung .(11/09/2015)
Gerakan yang
terus mendesak pengusutan tuntas kasus pelanggaran HAM (UBL Berdarah) tersebut
dimotori oleh EW-LMND Lampung dan di dukung oleh belasan organisasi yang
terdiri dari Lembaga Hukum, Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa
dan organisasi gerakan lainnya ini membahas respon dari tragedi UBL Berdarah
yang sampai saat ini belum ditindak secara tuntas para pelaku penembakan yang
menewaskan dua aktivis kampus Universitas Lampung tersebut.
Organisasi dan
Lembaga yang tergabung dalam fron tersebut anatara lain EW-LMND Lampung, BEM U
Polinela, PMKRI Bandar Lampung, UKM Futsal UBL, LBH Bandar Lampung, PBHI
Lampung, HTN UBL, KMHD UBL, BEM FEB UBL,
BEM FIK UBL, ProDem Lampung, UKM Tarung Derajat, HMI Komisariat UBL,
WALHI, dan BEM FH UBL.
Menurut pantauan
kontibutor Suara Pelopor Lampung peserta yang hadir pada rapat tersebut telah
memyepakati pembentukan fron yang disebut G-28S-ML (Gerakan 28 September
Mahasiswa Lampung) yang selanjutnya membahas tentang rangkaian kegiatan
peringatan tragedi UBL Berdarah antara lain Ziarah ke makam kedua korban,
diskusi publik, dan aksi massa.
Hal tersebut
diamini oleh Sekretaris Wilayah LMND Lampung yang ditemui seusai rapat. “front
G-28S-ML yang sudah terbentuk sebagai front taktis sejak tiga tahun lalu masih
menjadi wadah penyampaian tuntutan mahsiswa lampung terkait tragedi UBL
Berdarah yang pada tahun 2014 lalu mahasiswa yang tergabung dalam G-28S-ML telah menyerahkan
tuntutan-tuntutannya ke DPRD provinsi Lampung namun sampai saat ini belum
menemui titik terang”.
Untuk itu
front ini kembali dibangun untuk menyadarkan mahasiswa dan masyarakat tentang
pengusutan tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM yang terkesan diabaikan dan di
tutup tutupi, tambah ketua EK- LMND Bandar Lampung, Adi Wijaya yang juga hadir
dalam rapat tersebut.

Komentar
Posting Komentar