DISKUSI PUBLIK



G-28S-ML ;KASUS UBL BERDARAH TAK KUNJUNG TUNTAS, MAHASISWA TERUS BERSUARA.

Funky Rulita Sari


Bandar Lampung, 26 September 2015 

Suara Pelopor_Enambelas tahun tragedi berdarah yang merenggut nyawa dua orang mahasiswa Universitas Lampung, yaitu M Yusuf Rizal dan Saidatul Fitria belum juga menemui titik terang.

Hal tersebut dibuktikan dengan tidak ada keberlanjutan pengusutan kasus yang sudah 16 tahun dan mungkin terlupakan atau sengaja dilupakan. Tim pencari fakta yang terbentuk di massa itu telah melayangkan tuntutan atas keadilan bagi pelaku penembakan maupun pemukulan hingga menghilangkan nyawa orang lain.

“Tragedi UBL Berdarah merupakan pelanggaran HAM berat. Sampai mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain berarti pelaku penembakan dan pemukulan sudah melakukan bentuk kejahatan kemanusiaan”. Tutur Reynaldo Sitanggang singkat. “Setiap pelanggaran pasti ada hukumannya, karena kita hidup di negara hukum, namun dalam kasus ini tidak ada penyelesaian sampai dengan diadilinya tersangka pemukulan dan penembakan” jelasnya saat ditemui pada acara diskusi publik.

Dalam diskusi yang dimoderatorinya, Bapak Wahyu Sasongko S.H.,M.Hum. yang juga bagian dari tim yang ditugaskan dari kampus Universitas Lampung guna mendampingi mahasiswa yang terlibat dan tertangkap pada aksi tersebut menerangkan bahwa telah dibentuk tim pencari fakta guna mencari kebenaran dibalik tragedi tersebut.

Seiring dengan berkembangnya waktu tidak ada kejelasan dari pengusutan kasus yang juga sudah dilaporkan ke Komisi Nasional HAM ini. Bahkan kasus ini seperti di hilangkan dan tidak diungkit di lingkungan penegak HAM sekalipun. Sehingga sampai detik ini tidak pernah terungkap keadilan atas meninggalnya dua mahasiswa pada saat itu. Pelaku penembakan dan pemukulan harusnya segera di telusuri kembali guna ditegakkannya hukum dan keadilan di negeri ini tamabah Bung Fauzi Silalahi, LBH Bandar Lampung. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara