AKSI MASSA



REKTOR TAK KUNJUNG TURUN, MAHASISWA KEMBALI MENDAPAT REPRESIVITAS

Funky Rulita Sari

Bandar Lampung, 20 Mei 2016 

AMPI-Massa mendesak Rektor IAIN untuk turun menemui mereka.(FRS)
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN (AMPI) menggelar aksi massa menuntut beberapa hal yang terjadi di Kampus hijau IAIN Raden Intan Lampung. Massa meminta Rektor IAIN Raden Intan Lampung untuk turun menemui massa guna mengklarifikasi dan beraudiensi terkait pungutan liar (pungli) yang mengatasnamakan infaq pembangunan masjid di fakultas Tarbiyah.

Aksi hari ini merupakan aksi lanjutan dari aksi mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam (UKMSBI) dan Tarbiyah yang menolak adanya pungutan liar. Akibat aksi itu ada sedikitnya 16 orang mahasiswa UKM-SBI yang diamankan ke Polresta Bandar Lampung serta berimbas pada penyegelan sekretariat dan pembekuan UKM-SBI.

Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN (AMPI) di pelopori oleh UKM-SBI, LMND, PMII, FMN, SIKAM Lampung, KMHDI Bandar Lampung, PMKRI Bandar Lampung dan beberapa organisasi kemahasiswaan lainnya menindak lanjut atas dibekukannya UKM-SBI dan ketidakpedulian pihak kampus atas apa yang mereka suarakan (pungli) dan menyatakan sikap tegas dalam menolak bentuk represivitas dan pengebirian ruang demokrasi di Kampus IAIN Raden Intan Lampung maupun kampus lainnya di Lampung. Massa menilai bahwa pembekuan UKM-SBI merupakan tindakan menutup ruang demokrasi dan pembungkaman suara mahasiswa. Matinya demokrasi di kampus ini diekspresikan oleh UKM-SBI dengan melakukan aksi mogok makan sejak 17 Mei 2016 lalu, hingga kini ada 7 orang mahasiswa yang mogok makan dan bebrapa diantaranya dirawat di RS Uripsumoharjo Bandar Lampung karena perlu mendapat pperawatan intensif dari tim medis, namun demikian seluruh pihak kampus tak sedikitpun britikad baik untuk menyelesaikan problematika ini.

Aksi yang digelar sejak pukul 10:00 WIB ini dimulai dengan menyambangi tiap gedung fakultas di IAIN Raden Intan Lampung guna mengajak mahasiswa bergabung dalam aksi dan menyegel gedung tersebut, aksi dilanjutkan dengan membuka segel sekretariat UKM-SBI sebagai bentuk pembebasan atas pembekuan oleh Lembaga Kampus. Massa mengakiri rute aksinya di depan kantor rektorat IAIN Raden Intan Lampung dan terus berorasi menyuarakan tuntutan-tuntutannya, aksi yang dijaga ketat oleh pihak satuan pengamanan kampus. Semangat massa semakin menggelora, sempat terjadi saling dorong di depan pintu rektorat karena massa tidak diijinkan memasuki gedung tersebut.

Aksi sempat dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian yang berjaga di dalam gedung, mobil komando dirusak dan beberapa mahasiswa diseret dan ditahan pihak kepolisia dan beberapa lainnya terluka. Kekacauan dipicu oleh pecahnya kaca gedung oleh orang yang tidak dikenal. Meski begitu massa kembali membangun kekuatan guna membebaskan rekannya yang ditahan.

“Kami tetap satu komando dalam menggelar kegiatan aksi ini, tidak ada tujuan untuk merusak fasilitas kampus atau membuat keributan apalagi sampai terjai kontak fisik dengan aparat. Namun akibat keadaan yang sudah chaos dan beberpa kawan kami di tahan, kami tak akan tinggal diam atas tindakan repesif dari aparat kepolisian dan menuntut dibebaskannya rekan-rekan kami” tegas Muhammad Arira Fitra (Ketua LMND Bandar Lampung)

Lima orang mahasiswa yang ditahan akhirnya dikembalikan kepada massa melalui proses mediasi dari pimpinan oganisasi yang tergabung dalam AMPI. Massa berjanji tidak akan berhenti mendesak rektor untuk memberikan klarifikasi kepada seluruh mahasiswa. Selain itu ampi juga secara tegas menolak segala bentuk provokasi dan represivitas terhadap gerakan Mahasiswa dan Rakyat serta beberaapa tuntutan yaitu :

1.    Turunkan Rektor
2.    Hapuskan Tradisi Pungli
3.    Hapuskan UKT
4.    Hapuskan Pembatasan Waktu Aktivitas Mahasiswa
5.    Usut Tuntas Oknum yang Terlibat Aksi Represivitas dan Pengebirian Ruang Demokrasi
6.    Wujudka Demokrasi Sejati di Kampus
7.    Hentikan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara