Represifitas Polisi Kolombia dalam Aksi Mogok Nasional Petani
Kolombia ; Mogok Nasional Agraria Di Warnai Tindakan Represif
Polisi dan Kebangkitan Rezim Militerisme.
8
Juni 2016
Pemogokan
agraria nasional Kolombia memasuki hari kesepuluh pada Rabu, karena ribuan
warga memprotes keputusan privatisasi, ketimpangan lahan besar-besaran, dan
permintaan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang sedang berlangsung
di Kolombia.
Pemogokan
pekerja pedesaan dan pertanian berlangsung di seluruh Kolombia, dengan agenda
demonstrasi dan menutup beberapa bagian jalan raya Pan-Amerika. Penyelenggaran aksi nasional, yang sedang dilakukan di bawah
bendera "Agraria, Etnis, Pedesaan dan Popular Minga," menyerukan
perlindungan internasional setelah tiga pengunjuk rasa tewas, lebih dari 200
luka-luka dan 100 ditangkap.
![]() |
| foto; telesurtv.net |
Menurut
The Cumbre Agraria, organisasi sosial yang menjadi fasilitator antara
masyarakat pedesaan dan pemerintah, mobilisasi akan berlanjut tanpa henti
sampai pemerintah mendengarkan masyarakat dan memberikan solusi konkret untuk
masalah mereka. The Cumbre Agraria
juga mengeluarkan permintaan kepada Komisi Inter-Amerika untuk Hak Asasi
Manusia untuk mengirim pengamat untuk menjamin hak untuk protes dihormati.
"Kami
menuntut bahwa Kolombia Departemen Pertahanan menjamin hak untuk protes sosial
dan menghormati kehidupan para demonstran," kata Cumbre Agraria dalam
siaran pers, Selasa.
Sementara
itu, kelompok masyarakat sipil internasional juga menyerukan kepada pasukan
keamanan Kolombia untuk memenuhi standar internasional tentang penggunaan
kekuatan dan menghormati kebebasan sipil dasar.
"Kami
meminta Presiden Santos dan negara Kolombia untuk memilih perdamaian, untuk
mengekang kekerasan apapun ketika berhadapan dengan massa yang protes, dan
untuk menanggapi beton, dan secara hukum dibenarkan, menuntut bahwa pengunjuk
rasa telah dibuat," Sebastian Muñoz, Senior Program Officer (Amerika Latin)
at War on Want, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
Namun contoh terbaru dari
kekerasan yang berlebihan oleh polisi antu huru hara Kolombia berlangsung
sebagai anggota parlemen mendekati persetujuan legislatif RUU kontroversional
yang akan menerapkan perubahan besar pada kewenangan polisi nasional di negara
tersebut.
Di
bawah payung RUU tersebut, nantinya polisi akan diizinkan untuk memasuki rumah pribadi
tanpa surat perintah pengadilan, melakukan penangkapan sewenang-wenang dan
mengkriminalisasi pengunjuk rasa yang menduduki ruang publik.
Diterjemahkan oleh : Funky Rulita Sari (sumber : www.telesurtv.net/news/country/colombia)

Komentar
Posting Komentar