Setidaknya 12 Orang Tewas dan 25 Hilang oleh Tindakan Represif di Oaxaca


Dikepung Polisi ; Guru Tetap Bersatu Dalam Perjuangan dan Terus Memobilisasi Massa
 
20 Juni 2016


Foto :Reuters
Konfrontasi pecah (19/06/2016) saat tembakan meletus di tengah massa CNTE yang di hadang oleh Polisi di Jalan Raya Oaxaca –Puebla dengan maksud membubarkan blokade jalan yang dilakukan oleh demonstran. Bentrokan yang terjadi selama 4 jam tersebut menwaskan 8 orang (hari itu, Red) dan terus bertambah.

Hingga berita ini diterbitkan CNTE merilis nama-nama orang yang hilang dan tercatat 12 tewas, 25 hilang dan puluhan luka-luka, setelah penggusuran brutal guru di negara bagian Meksiko selatan Oaxaca, oleh polisi, seperti dilansir dari Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Education (persatuan Guru di Meksiko, Red) (CNTE). dari total kematian 12 orang 10 terjadi di Nochixtlan, satu di Hacienda Blanca dan satu lagi di Juchitan.

Sebelumnya beredar di jejaring sosial daftar nama 22 orang yang hilang menyusul represi brutal oleh polisi terhadap guru yang berdemonstrasi menentang reformasi pendidikan Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto.

Foto :Reuters
Dalam sebuah wawancara dengan Telesur, presiden Liga untuk Hak Asasi Manusia Meksiko, Adrian Ramirez, ia menyatakan keprihatinan tentang hilangnya para demonstran itu, karena di negara ini memiliki sejarah 43 siswa Ayotzinapa yang hilang dan kasusnya belum terselesaikan ia juga menambahkan bahwa beberapa orang ini dapat ditahan.

Daniela Gonzalez Lopez, Observatorium Hak Asasi Manusia dalam sebuah wawancara dengan Telesur mengatakan bahwa mengutuk represifitas dan memperingatkan bahwa apa yang terjadi di Oaxaca telah melanggar hak-hak dasar penduduk dan guru.  Dia juga menyampaikan bahwa selama pembubaran terdapat anggota polisi preventif dan berpakaian preman melepaskan tembakan. Lebih lanjut meminta intervensi dari organisasi hak asasi manusia, PBB dan pengamat internasional untuk mengumpulkan informasi tentang pelanggaran yang menderita dan melakukan monitoring untuk pembelaan.


Foto :Reuters
CNTE memiliki sekitar 200.000 anggota di Meksiko, 80.000 dari mereka di Oaxaca. CNTE merupakan salah satu serikat Amerika Latin yang selama bertahun-tahun telah mempertahankan klaim dan berjuang untuk manfaat sosial yang lebih baik. organisasi sosial, akademisi dan intelektual dari Meksiko dan 14 negara lainnya mendesak pemerintah Enrique Peña Nieto untuk tidak mengekang demonstrasi serikat guru dan sebaliknya segera mencari solusi yang sesuai.

Di bawah premis "meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini", reformasi pendidikan tahun 2013 didorong oleh Peña Nieto yang menimbulkan penilaian wajib bagi guru untuk masuk dan tetap dalam sistem pendidikan. Para guru menolak, dan menuntut pecabutan Kebijakan tersebut.

Diterjemahkan oleh : Funky Rulita Sari – Sekretaris EW-LMND Lampung (Sumber:www.telesurtv.net/news/country/mexico)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara