Setidaknya 12 Orang Tewas dan 25 Hilang oleh Tindakan Represif di Oaxaca
Dikepung Polisi ; Guru Tetap Bersatu Dalam Perjuangan dan Terus Memobilisasi Massa
20 Juni 2016
![]() |
| Foto :Reuters |
Hingga
berita ini diterbitkan CNTE merilis nama-nama orang yang hilang dan tercatat 12
tewas, 25 hilang dan puluhan luka-luka, setelah penggusuran brutal guru di
negara bagian Meksiko selatan Oaxaca, oleh polisi, seperti dilansir dari Coordinadora
Nacional de Trabajadores de la Education (persatuan Guru di Meksiko, Red) (CNTE). dari total kematian 12 orang 10 terjadi di Nochixtlan, satu
di Hacienda Blanca dan satu lagi di Juchitan.
Sebelumnya
beredar di jejaring sosial daftar nama 22 orang yang hilang menyusul represi
brutal oleh polisi terhadap guru yang berdemonstrasi menentang reformasi
pendidikan Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto.
![]() |
| Foto :Reuters |
Daniela
Gonzalez Lopez, Observatorium Hak Asasi Manusia dalam sebuah wawancara dengan
Telesur mengatakan bahwa mengutuk represifitas dan memperingatkan bahwa apa
yang terjadi di Oaxaca telah melanggar hak-hak dasar penduduk dan guru. Dia juga menyampaikan
bahwa selama pembubaran terdapat anggota polisi preventif dan berpakaian preman melepaskan tembakan. Lebih
lanjut meminta intervensi dari organisasi hak asasi manusia, PBB dan pengamat
internasional untuk mengumpulkan informasi tentang pelanggaran yang menderita
dan melakukan monitoring untuk pembelaan.
![]() |
| Foto :Reuters |
Di
bawah premis "meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini",
reformasi pendidikan tahun 2013 didorong oleh Peña Nieto yang menimbulkan penilaian
wajib bagi guru untuk masuk dan tetap dalam sistem pendidikan. Para guru menolak, dan
menuntut pecabutan Kebijakan tersebut.
Diterjemahkan oleh :
Funky Rulita Sari – Sekretaris EW-LMND Lampung (Sumber:www.telesurtv.net/news/country/mexico)



Komentar
Posting Komentar