ORGANISASI MASSA


Bagi kalangan intelektual atau mahasiswa, sebutan organisasi bukanlah hal yang tabu lagi ditelinga mereka. Ketika ospek atau program pengenalan kampus, mahasiswa akan dihadapi dengan demo BEM, HIMA, maupun UKM yang menunjukan bidangnya masing-masing supaya mahasiswa baru tidak bimbang menyalurkan minat dan bakatnya.

Mahasiswa pun berbondong-bondong masuk kedalam organisasi yang sesuai dengan minat dan bakat untuk mengembangkan potensi dalam dirinya. Tapi, tak jarang pula kita menemui mahasiswa yang tidak mau berorganisasi dengan alasan takut kuliah terbengkalai, wisuda lama, serta sibuk bla bla bla. Perlu kita ketahui, bahwa di organisasi tentu kita belajar bagaimana perihal managemen organisasi, dituntut kecakapan dalam berbicara, serta belajar bagaimana menyelesaikan suatu persoalan dengan rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang tentunya tidak kita dapatkan didalam ruang kelas.

Kini kita mengetahui organisasi ialah sekumpulan orang yang kemudian bersatu dengan semangat kebersamaan untuk mencapai tujuan tertentu. Baik organisasi internal ataupun eksternal kampus pasti mempunyai metode dan tujuan cita-citanya masing-masing. Tapi sesungguhnya organisasi seperti apa yang kita butuhkan? Organisasi mahasiswa yang melakukan kongkow serta hanya untuk kesenangan dirinya saja? Atau, organisasi yang menunjukan bahwa mahasiswa ialah sekelompok orang yang sedang berfoya-foya?

Tentu, harus kita akui. Mahasiswa terkadang mencari kesenangan untuk sekedar melepas penat, melakukan kegiatan subjektif untuk sekedar melepas stres, bermain game untuk sekedar menghibur diri. Hal seperti itu biasanya dilakukan setelah sudah merasa lelah dan jenuh melakukan kerja-kerja didalam organisasi. Tapi hal seperti itu seharusnya tidak dijadikan sebagai kegiatan rutinitas disetiap harinya.

Menurut pengetahuan yang terbatas dari penulis, organisasi memiliki dua model yaitu organisasi massa dan organisasi kader. Penulis akan lebih cenderung membahas terkait organisasi massa dan tidak terlalu berlarut dengan organisasi kader. Lalu, apakah semua organisasi bisa dikatakan organisasi massa? Apakah organisasi massa ialah organisasi yang memiliki massa? Sebab, organisasi fundamentalis yang memiliki banyak massa pun tidak bisa serampangan kita sebut organisasi massa.

Organisasi massa yang penulis maksud ialah organisasi massa tradisional yang memiliki sejarah yang panjang dalam merebut hak, kemerdekaan, serta kedaulatan. Organisasi massa sebagai alat yang dipergunakan rakyat pekerja untuk bersatu dan berjuang melawan ketertindasan dan keterhisapan. Kekhususan di indonesia sendiri, organisasi massa lahir kurang lebih pada awal abad ke-20 ketika politik etis yang dipergunakan oleh kolonial Belanda menjadi boomerang bagi dirinya. Kaum intelektual atau borjuasi kecil pada waktu itu lahir tak lama setelah kelahiran buruh kereta api.

Perlu kita ketahui, organisasi massa juga terdapat pada kaum intelektual atau mahasiswa. Organisasi massa dikalangan intelektual ialah bukan organisasi yang hanya menyandarkan kepentingannya hanya untuk golongannya (kaum intelektual). Namun, menggunakan teori kaum pekerja serta menyandarkannya bagi kepentingan kaum pekerja atau kepentingan masyarakat secara luas. Kini, organisasi massa dinegara berkembang atau setengah jajahan seperti Indonesia sudah banyak mengambil bentuk sesuai dengan analisa, strategi taktik, serta garis politik yang jauh lebih kompleks. Oleh sebab itu, kader yang berada dalam organisasi massa harus ditempa dengan penguatan dalam pemahaman teori maupun tindakan secara praktik agar mampu menjadi agitator ulung, propagandis unggul, atau organisator sekalipun.

Mengingat, Mahasiswa sejatinya sebagai tenaga pendorong bagi perubahan suatu bangsa untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Artinya, terjun atau bersentuhan langsung dengan massa (Buruh, petani, kaum miskin kota serta pedesaan) menjadi keharusan yang harus dijawab oleh kalangan intelektual atau mahasiswa ketika berada didalam organisasi massa. Harus dengan kuat mengalami kesulitan, tekun, dan sabar ketika bersentuhan dengan massa yang terbelakang untuk terus memajukan pandangan perjuangan kaum pekerja.

Hal yang perlu kita ketahui dan amini, bahwa organisasi massa dikalangan intelektual bukanlah organisasi yang akan mempelopori masyarakat tertindas untuk ke arah yang lebih baik. Tapi, rakyat tertindas itu sendiri melalui organisasi massa rakyat pekerja yang akan menjadi pelopor serta menyeret kaum intelektual untuk berjuang ke arah masyarakat yang adil dan makmur.

Di organisasi massa mahasiswapun harus kita akui dan amini terkadang masih tersekat-sekat dalam bergaul secara sosial. Hanya bergaul dengan kawan-kawan organisasi massanya dan anti atau tidak mau bergaul dengan orang-orang yang tidak masuk kedalam organisasi massa atau berseberangan haluan dalam organisasi. Hal itulah yang menjadi penyakit didalam organisasi massa terkhusus kaum intelektual yang masih anyar, kekanak-kanakan, serta herois dalam mempelajari teori dan praktiknya rakyat pekerja.

Padahal kalau kita telisik, organisasi massa dikalangam mahasiswa seharusnya mampu bergaul kepada siapa pun serta melakukan agitasi dan propaganda untuk menebarkan percikan api kepada kaum intelektual yang lain bahkan didalam tubuh organisasi yang berseberangan sekalipun untuk melakukan perlawanan menuju ke arah yang lebih baik.

SALAM PEMBEBASAN !!!










Penulis            : Dimas Pamungkas
Kampus          : Universitas Bandar Lampung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERNYATAAN SIKAP LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI - DEWAN NASIONAL (LMND-DN).

Tentang Represifitas di Meksiko, Organisasi Dunia Angkat Bicara