PENDIDIKAN BUKAN LAGI UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA AKIBAT PENGARUH KAPITAL
Fungsi Pendidikan secara
umum adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, kepribadian serta
peradapan yang bermartabat dalam hidup dan kehidupan atau dengan kata lain
pendidikan berfungsi memanusiakan manusia agar menjadi manusia yang benar
sesuai dengan norma yang dijadikan landasannya. Selain itu, untuk mengubah
segala macam kebiasaan buruk yang ada di dalam diri manusia menjadi kebiasaan
baik yang terjadi selama masa hidup, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas
diri menjadi pribadi yang mampu bersaing dan menjawab berbagai tantangan di
masa depan.
Apa bila kita mengacu pada normatif Pendidikan
di Indonesia sendiri sudah diatur dalam UUD 1945 pasal 28 C ayat (1) “Setiap orang berhak mengembangkan diri
melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh
manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan
kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia” dan Pasal 31 ayat (1) – (4).
Tapi kenyataannya saat ini semua itu
tidak berjalan dengan baik, karena mulai dari sistem pendidikan, kurikulum pembelajaran
yang mencetak pelajar/mahasiswa untuk menjadi manusia konsumstif itu semua pengaruh kapital yaitu dimualai sejak Indonesia
menyetujui kerjasama dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 1994
melalui disahkannya UU nomor 7 tahun 1994, menjadi awal mula pendidikan di Indonesia diperdagangkan
dan jasa pendidikan merupakan bagian dari jasa
yang harus diliberalisasi dengan cara mengurangi subsidi pendidikan.
Oleh sebab itu pendidikan tidak lagi
untuk mencerdeskan kehidupan bangsa dan menjawab permasalahan rakyat, yang seharusnya fungsi dari pendidikan yaitu
untuk menjawab persoalan yang ada didalam lingkungan masyarakat. Apa yang telah
dipelajari dibangku pendidikan, contohnya ; mahasiswa fakultas ekonomi, bagaimana
ia bisa memajukan sistem perekonomiannya, maupun anak pertanian bagaimana
menemukan penemuan baru untuk mempermudah kerja sektor pertanian yang efektif dan
efesien.
Karena mahalnya pendidikan sendiri,
merusak pemikiran mereka yang menempuh pendidikan untuk bagaimana caranya agar
cepat lulus dan mengembalikan modal (biaya) yang sudah mereka keluarkan dalam
bangku pendidikan. Padahal dalam tataran praktiknya sendiri setelah mereka
lulus mereka akan memenuhi kebutuhan pasar dan menjadi tenaga kerja dengan
upah murah yang telah dirancang sebelumnya oleh para pemodal.
Sejatinya pendidikan merupakan faktor
penting dan strategis bagi masyarakat karena maju mundurnya kualitas peradaban
suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan suatu bangsa itu
sendiri, dan sejarah telah membuktikan hanya bangsa-bangsa yang menyadari dan
memahami pendidikanlah yang mampu meraih kemajuan dan mampu menguasai dunia.
Maka dari itulah dibutuhkannya
kesadaran mahasiswa untuk dapat lebih mengenal persoalan dan permasalahan yang
dihadapi oleh rakyat dan membagi ilmunya, untuk menjadi kelas pendorong dan perubahan
agar kelak tidak menjadi tamu dinegeri nya sendiri, untuk bersama-sama BELAJAR,
BERSATU, BERJUANG bersama RAKYAT !!! .
Penulis :
Lukman Nurhakim
Kampus :
Universitas Malahayati

Komentar
Posting Komentar